QUALITY ASSURANCE AND HEALTH INFORMATION MANAGEMENT http://lppm-mfh.com/index.php/Q-HIM <p align="center"><strong>PERSYARATAN NASKAH</strong></p><ol><li>Artikel merupakan/diangkat dari hasil penelitian dan atau kajian analitis-kritis dibidang rekam medis, manajemen kesehatan, kualitas asuransi/pelayanan kesehatan.</li><li>Artikel ditulis dengan bahasa Indonesia/Inggris sepanjang lebih kurang 10 halaman kuarto spasi satu setengah dilengkapi dengan abstrak (50-75 kata spasi 1) dan kata-kata kunci. Jenis huruf times new roman dengan ukuran font 10 pt.</li><li>Setelah judul ditulis nama penulis dan lembaga penulis. Artikel dikirim melalui CD dengan file Microsoft Word.</li><li>Artikel hasil memuat :</li></ol><ul><li>Judul</li><li>Nama penulis</li><li>Abstrak (dalam bahasa indonesia jika artikel dalam bahasa indonesia dan bahasa inggris jika dalam bahasa inggris)</li><li>Kata kunci</li><li>Pendahuluan (tanpa sub judul, memuat latar belakang masalah, dan tujuan penelitian)</li><li>Metode</li><li>Hasil</li><li>Pembahasan</li><li>Simpulan dan saran</li><li>Daftar pustaka</li></ul><ol><li>Naskah artikel dalam bentuk (hard copy) dan CD (soft copy) dikirim paling lambat 1 (satu) bulan sebelum bulan penerbitan kepada :</li></ol><p align="center">PROGRAM STUDI DIII REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN</p><p align="center">POLITEKNIK “MEDICA FARMA HUSADA” MATARAM</p><p align="center"><em>Alamat : Jl Medica Farma No 01 Baturinggit Selatan, Tanjung Karang, Sekarbela, Mataram,</em></p><p align="center"><em>Provinsi Nusa Tenggara Barat </em></p><p align="center"><em>Telp. (0370) 7100264</em></p><ol><li>Kepastian pemuatan, revisi atau penolakan naskah artikel akan diberitahukan secara tertulis, penulis yang artikelnya dimuat akan mendapat imbalan berupa 2 (dua) ekslemplar</li><li>Kontribusi pemuatan untuk setiap topik/judul adalah Rp. 150.000</li><li>Artikel yang tidak dimuat, tidak akan dikembalikan.</li></ol><p align="center">Jurnal <em>Quality Assurance and Health Information Management (Q-HIM)</em> Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Politeknik Medica Farma Husada Mataram diterbitkan pada tahun 2017 dengan frekuensi terbitan 2 kali setahun (April dan Oktober).</p> id-ID danylastchild07@gmail.com (Hardani H M.Si) danylastchild07@gmail.com (Hardani H M.Si) Kam, 25 Okt 2018 04:10:21 +0000 OJS 2.4.8.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PROTOTYPE SISTEM INFORMASI STATISTIK RAWAT INAP RUMAH SAKIT BERORIENTASI LAYANAN http://lppm-mfh.com/index.php/Q-HIM/article/view/229 <p>Perkembangan Teknologi Informasi (TI) saat ini bukan merupakan hal yang baru dalam berbagai bidang kehidupan, tak terkecuali dalam bidang pelayanan kesehatan. Berbagai rumah sakit di Indonesia sudah mulai menerapkan TI dalam setiap proses pelayanan kesehatan, termasuk proses penyelenggaraan rekam medis sensus rawat inap. Dengan TI, diharapkan dapat mempercepat proses penyelenggaraan rekam medis sensus rawat inap serta mengembangkan proses tersebut agar semakin efektif dan efisien. Beberapa rumah sakit skala besar di Indonesia sudah menerapkan pemanfaatan TI dalam rangka meningkatkan efektivitas penyelenggaraan rekam medis sensus rawat inap. Namun hal ini berbeda dengan rumah sakit yang berada di Nusa Tenggara Barat. Sebagai instansi pelayanan kesehatan yang profesional, rumah sakit dapat didorong pertumbuhannya melalui pemanfaatan sistem informasi, yang dapat meningkatan keunggulan rumah sakit. Salah satunya berupa Sistem Informasi Statistik Rawat Inap Rumah Sakit. Sistem Informasi Statistik Rawat Inap Rumah Sakit idealnya dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan petugas kesehatan yang terlibat langsung dalam kegiatan sensus rawat inap dan memudahkan jajaran direksi rumah sakit untuk melakukan evaluasi serta penjaminan mutu pelayanan rawat inap dengan ketersediaan laporan statistik rawat inap yang lengkap, akurat, dan tepat waktu.</p> Noor Alamsyah, Helmina Andriani ##submission.copyrightStatement## http://lppm-mfh.com/index.php/Q-HIM/article/view/229 Kam, 25 Okt 2018 04:10:21 +0000 (PERANCANGAN SISTEM INFORMASI STATISTIK RAWAT INAP (STUDI KASUS: RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PATUT PATUH PATJU GERUNG LOMBOK BARAT) http://lppm-mfh.com/index.php/Q-HIM/article/view/230 <p>Perhitungan statistik rawat inap adalah hal yang penting dalam sebuah rumah sakit, karena sebagai sumber  indikator-indikator pelayanan rumah sakit untuk mengetahui tingkat pemanfaatan, mutu dan efisiensi pelayanan rumah sakit. Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan di unit Rekam Medis RSUD Patut Patuh Patju Gerung Lombok Barat, pencatatan statistik rawat inap masih dilakukan secara manual, dan dalam perhitungannya tidak dapat menampilkan grafik Barber Jhonson dari hasil perhitungan indikator mutu pelayanan yang ada di Rumah Sakit seperti BOR, LOS, TOI, dan BTO. Oleh karena itu diperlukan sebuah sistem informasi statistik rawat inap untuk mempermudah dalam pencatatan, penginputan serta pelaporan statistik rawat inap di RSUD Patut Patuh Patju Gerung Lombok Barat. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk merancang sistem informasi statistik rawat inap di RSUD Patut Patuh Patju Gerung Lombok Barat.</p><p>Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis secara deskriptif. Subyek penelitian ini adalah kepala instalasi rekam medis dan petugas pencatatan sensus harian rawat inap di RSUD Patut Patuh Patju Gerung Lombok Barat.</p>Hasil penelitian ini menghasilkan rancangan sistem informasi statistik rawat inap rumah sakit yang berisikan hasil perhitungan indikator rumah sakit seperti BOR, LOS, TOI, dan BTO serta bentuk Laporan dan Grafik Barber Jhonson Fitri Ulandari ##submission.copyrightStatement## http://lppm-mfh.com/index.php/Q-HIM/article/view/230 Kam, 25 Okt 2018 04:10:21 +0000 (PERBANDINGAN TINGKAT PENGETAHUAN PETUGAS REKAM MEDIS TERHADAP PELAKSANAAN PENYUSUTAN BERKASREKAM MEDIS INAKTIF STUDI KASUS: RUMAH SAKIT ISLAM SITI HAJAR MATARAM DAN RSUD PATUH PATUT PATJU GERUNG LOMBOK BARAT) http://lppm-mfh.com/index.php/Q-HIM/article/view/231 <p>Pengetahuan adalah informasi yang telah diproses dan diorganisasikan untuk memperoleh pemahaman, pembelajaran, dan pengalaman yang terakumulasi sehingga bisa diaplikasikan kedalam masalah atau proses tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi serta gambaran umum tentang perbandingan tingkat pengetahuan petugas rekam medis terhadap penyusutan berkas rekam medis inaktif di Rumah Sakit Islam Siti Hajar Mataram dan RSUD Patuh Patut Patju Gerung Lombok Barat. Desain penelitian ini yaitu penelitian analitik observasi dengan pendekatan <em>cross-sectional </em>dimana pada penelitian ini dilakukan satu kali pengukuran. Jumlah sampel sebanyak 10 responden yang terbagi dalam dua kelompok rumah sakit, 5 petugas Rekam Medis Rumah sakit Siti Hajar Mataram dan  5 petugas filing yang ada di RSUD Patuh Patut Patju Gerung Lombok Barat . Instrumen yang digunakan untuk tingkat pengetaahuan petugas rekam medis diukur dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji<em>chi square </em>dan <em>fisher exacet test</em>.</p><p>Hasil penelitian di dapatkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat pengetahuan petugas rekam medis terhadap pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis inaktif karena p value 0.091 ≥ 0.05 dengan korelasi <em>uji chi square </em>menunjukkan korelasi pengetahuan terhadap penyusutan berkas rekam medis inaktif.</p>Kesimpulan: perlu untuk meningkatkan pengetahuan terkait penyusutan berkas rekam medis inaktif. Diana Ika Susanti ##submission.copyrightStatement## http://lppm-mfh.com/index.php/Q-HIM/article/view/231 Kam, 25 Okt 2018 04:10:21 +0000 ANALISIS PENYEBAB TIDAK ADANYA KODE TINDAKAN PADA INSTALASI REKAM MEDIS DI RSUD PATUT PATUH PATJUH GERUNG LOMBOK BARAT http://lppm-mfh.com/index.php/Q-HIM/article/view/232 <p>Pengkodean tindakan merupakan hal penting bagi instalasi rekam medis terutama untuk menunjang dalam peningkatan mutu rekam medis dan pelayanan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi serta gambaran umum tentang penyebab tidak adanya kode tindakan pada instalasi rekam medis di RSUD Patut Patuh Patjuh Gerung Lombok Barat.</p><p>Kode tindakan (ICD-9 CM) adalah system pengklasifikasian prosedur tindakan operasi dan non operasi serta mengklasifikasikan data kematian dari sertifikat kematian berdasarkan kriteria atau kategori tertentu yang di jadikan sebagai keputusan dalam kedokteran.</p><p>Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif , dengan jumlah dan populasi sebanyak 3 petugas koding. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah <em>total sampling.</em> Alat yang di pergunakan dalam pengumpulan data ini menggunakan lembar kuisioner dan pedoman wawancara.</p><p>Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pengkodean tindakan pada instalasi rekam medis tidak di lakukan di karenakan pengkodean tindakan di lakukan di bagian PPATRS dan untuk pengkodean tindakan di bagian rekam medis tidak di jadikan sebagai bahan pencatatan dan pelaporan rumah sakit untuk dinas kesehatan maupun provinsi serta tidak ada kebijakan dari direktur yang mengharuskan penulisan kode tindakan pada berkas rekam medis.</p> Hazna Turrohmi ##submission.copyrightStatement## http://lppm-mfh.com/index.php/Q-HIM/article/view/232 Kam, 25 Okt 2018 04:10:21 +0000 STUDI TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TERHADAP KELENGKAPAN PENGISIAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP DI PUSKESMAS JANAPRIA LOMBOK TENGAH http://lppm-mfh.com/index.php/Q-HIM/article/view/227 <p>Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan <em>cross</em>–<em>sectional</em>.Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 33 responden<em>.</em>Pengetahuan responden diukur menggunakan kuesioner pengetahuan tentang kelengkapan catatan keperawat dalam dokumen rekam medis.</p><p>Hasil penelitian ini didapatkan hasil berdasarkan karakteristik responden. Berdasarkan   umur   rata-rata   umur   perawat   dipuskesmas   adalah 29.45±2.98 tahun. Berdasarkan pendidikan, pendidikan D3 sebanyak 21 orang (63.6%) dan yang berpendidikan S1 sebanyak 12 orang ( 36.4%.Berdasarkan jenis kelamin pada penelitian ini lebih dominan laki-laki sebanyak 18 orang (54.5%) dan perempuan sebanyak 15 orang (45.5%).Berdasarkan tingkat pengetahuan yang terbanyak pada kategori cukup dengan hasil (54.5%), baik (27.3%) dan yang paling sedikit pada kategori kurang (18.2%).Berdasarkan kelengkapan catatan keperawatan (Askep).Dalam penelitian ini yang terisi lengkap oleh perawat sebanyak (54.5%) dan yang tidak lengkap sebanyak (48.5%). Berdasarkan hubungan antara tingkat pengetahuan perawat tentang rekam medis dengan kelengkapan pengisian catatan keperawatan dipuskesmas janapria hasil uji statistic diperoleh hasil P= 0,409 sehingga dinyatakan ada hubungan antara pengetahuan responden dengan kelengkapan pengisian catatan keperawatan.</p><p>Kesimpulan hubungan   antara pengetahuan dengan kelengkapan Askep diketahui dari 33 responden terdapat 6 responden yang berpengetahuan kurang dalam pengisian catatan keperawatan, tidak lengkap 5 orang dan yang lengkap 1 orang, berpengetahuan cukup dalam pengisian catatan keperawatan, tidak lengkap 9 orang lengkap 9 orang, dan yang berpengetahuan baik dalam pengisian catatan keperawatan, tidak lengkap 2 orang  lengkap 7 orang. didapatkan nilai    korelasi sebesar 0.129menunjukkan korelasi positif pada pengetahuan responden terhadap kelengkapan pengisian formulir asuhan keperawatan dengan kekuatan korelasi sedang, dan nilai P=0.409&lt; 0.05 secara statistik maka dapat disimpulkan   bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan perawat dengan kelengkapan pengisian catatan keperawatan di Puskesmas Janapria Lombok Tengah.</p> Indriwati Indriwati ##submission.copyrightStatement## http://lppm-mfh.com/index.php/Q-HIM/article/view/227 Kam, 25 Okt 2018 04:10:21 +0000 ANALISIS KEBUTUHAN SDM REKAM MEDIS DI BAGIAN PENDAFTARAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE WORKLOAD INDICATOR STAFF NEED (WISN) DI RSUD PATUT PATUH PATJU GERUNG LOMBOK BARAT TAHUN 2017 http://lppm-mfh.com/index.php/Q-HIM/article/view/228 <p>Salah satu indikator keberhasilan rumah sakit yang efektif dan efisien adalah ketersediaan sumber daya manusia (SDM) dengan jumlah yang cukup dan kualitas yang tinggi serta profesional sesuai dengan fungsi dan tugasnya. Salah satu metode perencanaan kebutuhan tenaga adalah <em>Workload Indicato</em><em>r </em><em>Staff</em><em> </em><em>Need </em>(WISN), yaitu metode perhitungan kebutuhan SDM berdasarkan pada beban pekerjaan nyata yang dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kebutuhan SDM Rekam medis berdasarkan beban kerja dibagian pendaftaran</p><p>Penelitian ini menggunakan metode penelitian secara deskriptif. populasi dan sampel yang digunakan yaitu seluruh petugas Rekam Medis dibagian pendaftaran yang berjumlah 8 orang. Berdasarkan hasil penelitian di RSUD Tripat Gerung Lombok Barat mengenai Analisis Kebutuhan SDM Rekam Medis dibagian pendaftaran diperoleh waktu kerja tersedia di TPPRJ dan TPPRI ialah 97.560 menit dan TPPGD 130.080 menit.</p><p>Untuk standar beban kerja TPPRJ pasien baru 9.756 menit, pasien lama 13.937,14 menit, TPPRI 6.614,23 menit, TPPGD pasien baru 13.937,14 menit, pasien lama 15.303,52 menit dan TPPRI di IGD 8.672 menit. Sedangkan rata-rata waktu perfaktor kelonggaran TPPRJ dan TPPRI adalah 0,32 menit, TPPGD adalah 0,23 menit. Jadi Jumlah keseluruhan SDM Rekam medis di bagian pendaftaran yang diperoleh dengan mengggunakan metode WISN di peroleh sebanyak 8 tenaga, dimana 3 tenaga di bagian TPPRJ, 1 tenaga dibagian TPPRI dan 4 tenaga di bagian TPPGD.</p> Indri Anugrah Putri ##submission.copyrightStatement## http://lppm-mfh.com/index.php/Q-HIM/article/view/228 Kam, 25 Okt 2018 04:10:21 +0000